Total luas kehilangan tutupan pohon yang tercatat pada dataset valid.
Ringkasan Hansen Loss 2025 untuk membaca skala kehilangan tutupan hutan, wilayah prioritas, dan status kawasan secara cepat.
Empat indikator inti untuk membaca skala kehilangan tutupan hutan, sebaran wilayah terdampak, dan status kawasan yang paling menonjol pada 2025.
Total luas kehilangan tutupan pohon yang tercatat pada dataset valid.
Jumlah wilayah administratif dengan catatan kehilangan tutupan hutan.
Kabupaten/kota dengan luasan kehilangan tutupan hutan tertinggi.
Status kawasan dengan kontribusi kehilangan tutupan hutan terbesar.
Ranking kabupaten/kota menunjukkan wilayah yang memerlukan perhatian lebih dahulu. Komposisi status kawasan melengkapi pembacaan tersebut dengan konteks tata kelola, sehingga data dapat digunakan secara lebih tepat untuk pemantauan, verifikasi lapangan, dan komunikasi publik.

Dua visual pertama memakai ringkasan Hansen Loss 2025. Tabel berikutnya membandingkan luas kawasan hutan dari SK 6609 Tahun 2021 dan SK 11580 Tahun 2025 secara terpisah.
Wilayah administrasi yang menyumbang luasan kehilangan hutan tertinggi pada dataset 2025.
Menunjukkan apakah kehilangan hutan lebih banyak berada di APL, kawasan produksi, konservasi, atau status lain.
Perbandingan ini memakai luas kawasan dari masing-masing SK, bukan data loss Hansen. Kategori konservasi SK 2025 dijumlahkan agar setara dengan kategori Kawasan Konservasi pada SK 2021.
| Kategori pembandingan | SK 6609 Tahun 2021 | SK 11580 Tahun 2025 | Perubahan |
|---|
Kategori konservasi tahun 2025 merupakan akumulasi Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Buru, Taman Hutan Raya, Taman Nasional, dan Taman Wisata Alam.
| No. | Perubahan status 2021–2025 | Jumlah fitur | Luas (ha) |
|---|
Daftar ini membantu membaca wilayah mana yang perlu menjadi fokus audit spasial, komunikasi publik, dan verifikasi lapangan lanjutan.
Pembandingan luas kawasan berdasarkan SK 6609 Tahun 2021 dan SK 11580 Tahun 2025. Nilai selisih menunjukkan perubahan luas antar-dokumen.
| No. | Status kawasan | Luas 2021 | Luas 2025 | Selisih |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Areal Penggunaan Lain | 4.059.416 | 4.162.345,92 | +102.929,92 |
| 2 | Belum Terdefinisi | 1.782,62 | 0 | -1.782,62 |
| 3 | Hutan Lindung | 1.206.363,85 | 1.179.168,36 | -27.195,49 |
| 4 | Hutan Produksi Konversi | 91.593,28 | 81.519,45 | -10.073,83 |
| 5 | Hutan Produksi Terbatas | 629.287,79 | 619.365,83 | -9.921,96 |
| 6 | Hutan Produksi Tetap | 678.632,62 | 668.978,64 | -9.653,98 |
| 7 | Kawasan Konservasi | 415.158,98 | 420.527,64 | +5.368,66 |
| 8 | Tubuh Air | 163.972,11 | 114.314 | -49.658,11 |
| Total luas kawasan | 7.246.207,25 | 7.246.219,84 | +12,59 |
Tabel ini memakai total luas_ha per WADMKK. Status dominan menunjukkan status kawasan yang paling besar kontribusinya dalam tiap kabupaten/kota.
| Peringkat | Kabupaten/Kota | Total Loss Forest | Kontribusi | Status Dominan |
|---|---|---|---|---|
| Memuat data Hansen loss 2025... | ||||
Kehilangan dan fragmentasi tutupan hutan dapat menurunkan kualitas habitat serta konektivitas lanskap. Tiga spesies kunci berikut membutuhkan perhatian karena bergantung pada ekosistem hutan Sumatera yang utuh dan saling terhubung.
Data disusun melalui tahapan yang terdokumentasi agar temuan dapat ditelusuri, dibaca ulang, dan digunakan secara bertanggung jawab untuk pemantauan serta advokasi.
Data kehilangan tutupan pohon tahun 2025 dirujuk dari Global Forest Watch, yang memakai hasil analisis Hansen berbasis citra Landsat.
Data spasial dipotong pada batas Provinsi Sumatera Utara menggunakan referensi administrasi agar cakupan analisis tetap konsisten.
Data Hansen dipadankan dengan SK 6609 Tahun 2021 dan SK 11580 Tahun 2025 untuk membaca perubahan konteks status kawasan.
Fitur diringkas menurut kabupaten/kota dan status kawasan, kemudian disajikan melalui indikator, tabel, dan peta interaktif.
Hansen mengukur kehilangan tutupan pohon (tree cover loss), bukan perubahan status hukum kawasan. Hasilnya digunakan sebagai indikasi awal dan perlu dibaca bersama konteks spasial, dokumen perizinan, serta verifikasi lapangan sebelum digunakan untuk kesimpulan spesifik.